a

https://terasotomotif.blogspot.com/

Jumat, Januari 15, 2021

Presiden Joko Widodo Menyampaikan Duka Cita Gempa Sulbar dan Banjir di Kalsel


Dua bencana alam dalam selang waktu beberapa hari ini terjadi di negara kita. Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang kawasan Sulawesi Barat menjelang dinihari tadi, dan bencana longsor di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat pada 9 Januari lalu.


Mendengar adanya gempa di Sulbar, saya langsung menghubungi Gubernur Sulawesi Barat melalui sambungan telepon, pagi tadi.  Saya juga memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Sosial, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Panglima TNI dan Kapolri beserta jajarannya, untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, serta melakukan perawatan kepada yang luka-luka.


Untuk penanganan longsor di Kabupaten Sumedang, saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, Menteri Sosial, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera melakukan relokasi warga terdampak bencana.


Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan diberiNya kesabaran.


Sumber : Instagram 

Mari Kita Bercermin dari Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber

Dalam sebuah ceramah syekh Ali Jaber berkata bahwa beliau memang lahir di Madinah dan siap mati di Indonesia. Masya Allah. Bahkan dalam surat wasiat beliau mengatakan ingin dimakamkan di Lombok tempat kelahiran istrinya. Serta berkata bahwa sudah membeli kain kafan untuk hari kematiannya. Masya Allah.


Hidup beliau cukup singkat. Syekh Ali Jaber lahir pada tanggal 3 Februari 1976 dan kini menghadap Rabbnya pada tanggal 14 Januari 2021. Jelang 45 tahun.

Memetik pelajaran dari kisah beliau. Dilihat dari sejarah hidupnya sungguh luar biasa.


Berikut Profil Syekh Ali Jaber :

1. Lahir di Madinah

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi pada tahun 1976. Ia anak sulung dari 12 bersaudara dan mengenyam pendidikan sebagai penceramah di kota Madinah.


2. Pada usia 10 tahun beliau telah menghafal 30 juz Al Quran. Sangat fantastis hampir mirip dengan imam Syafi'i ketika hafal Qur'an. Lantas di usia 13 Tahun Sudah mennadi Imam Masjid di Madinah. Allahu Akbar.


3. Guru di Masjid Nabawi

Pendakwah ini merupakan guru di Masjid Nabawi. Dia juga menjadi imam di salah satu masjid di Madinah


4. Keluarga

Ali Jaber memiliki istri bernama Umi Nadia yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keduanya dikaruniai anak bernama Hasan.


5. Di Indonesia, Syekh Ali Jaber dikenal sejak menjadi juri program televisi, Hafiz Indonesia. Dia menilai hafalan Al Quran anak-anak..

Bertanyalah pada hatimu. Seberapa amal untuk bertemu ajal. Seberapa bekal yang kita bawa untuk perjalanan di kehidupan yang kekal? Seberapa ilmu yang telah kau dapat dan bisa bermanfaat untuk umat? Atau hidup hanya penuh kesia-siaan dan tak menyiapkan untuk akhir kehidupan.

Mari kita didik anak kita dengan sebaiknya dan doakan setiap helaan nafas agar menjadi sosok ulama yang bersahaja dan jadi panutan umat di semesta.


Ya Rabb...

Jadikan keluarga kami dan saudara serta handai tolan kami sebagai ahli surga. Bimbing kami agar senantiasa bisa menjadi orang tua yang bisa mengantarkan anak-anak kami menjadi ulama dan pemimpin yang berakhlak mulia.

Amiin..


Deddy Corbuzier kaget dan tak menyangka saat memperoleh kabar meninggalnya ulama Syekh Ali Jaber

Deddy Corbuzier kaget dan tak menyangka saat memperoleh kabar meninggalnya ulama Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1/2021). Kesedihannya pun tak mampu dia sembunyikan.

Deddy lantas mengenang Podcast-nya tiga bulan, saat Syekh Ali Jaber menjadi bintang tamunya, sehari setelah ulama kharismatik itu ditusuk seorang pemuda di tengah dakwahnya.

Berat bagi Deddy harus mengungkapkan betapa dirinya kehilangan sosok Syekh Ali Jaber. Karena pertemuan tiga bulan lalu itu sangat berkesan.


Semua ditumpahkan Deddy lewat Podcast-nya, hari ini. Diapun tidak peduli jika orang menudingnya macam-macam karena menjadikan konten di momen meninggalnya Syekh.

“Saya enggak peduli kalau seandainya video ini dibilang sama orang ngonten lah, I don’t really care anymore. Gua kaget banget ketika pagi ini gua di WhatsApp dari beberapa teman dan mengatakan Syekh Ali Jaber meninggal dunia, dan gue kayaknya harus ngomong banyak,” ujarnya.


“Gua mau cerita buat gua (beliau) sosok luar biasa,” tegasnya.


Diceritakan Deddy, saat Syekh datang ke Podcast saat itu dengan satu misi untuk menenangkan rakyat Indonesia agar tidak terjadi keributan.


pencarian korban pesawat Sriwijaya SJ-182 terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk


Tidak ada yang bermalas-malasan di sini,  mereka hanya memanfaatkan waktu kosong untuk istirahat. Ya, dalam misi pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu di hari kelima kemarin, pencarian terpaksa dihentikan sementara. 


Tak ada penyelaman hari itu oleh tim Basarnas dan para relawan lantaran cuaca buruk. Mereka memanfaatkan waktu kosong dengan beristirahat untuk menghimpun tenaga kalau-kalau cuaca kembali membaik mereka sudah siap melaksanakan tugas. Bagi para relawan bisa istirahat seperti ini adalah sebuah privilege. 


Mereka memang kelelahan karena dalam satu hari bisa 3-4 shorty penyelaman di dalam laut dengan arus cukup kencang dan jarak pandang yang kurang baik. Penyelaman seperti itu dibutuhkan stamina yang prima. 


Saya saja saat fun dive dalam satu shorty rasanya badan seperti dikuras habis staminanya, itupun dengan arus tenang dan jarak pandang yang baik, apalagi mereka bisa lebih dari 2 shorty per hari. 


Memang dalam kegiatan seperti ini dibutuhkan mental yang tangguh dan tidak cengeng, jangan mengharapkan kondisi ideal dengan segala kenyamanan yang hanya ada di imajinasi.


Mereka berjuang untuk kemanusiaan tidak berharap belas kasih, mereka hanya berniat membantu, tak lebih. 

.

.

Sumber : Instagram

Mensos Tri Rismaharini Blusukan???


Gubuk Info - Mensos Tri Rismaharini (Risma) belakangan menjadi sorotan karena aksi blusukannya tak lama setelah menjabat. Aksinya ini menuai pro dan kontra. Ada yang 

mendukung dan ada juga yang mengkritik.

Di raker perdana dengan Komisi VIII DPR, Risma menegaskan tak pernah berniat untuk blusukan. Setiap pemulung atau gelandangan yang dia temui di jalan pasti akan didekati dan ditanya sudah makan atau belum, karena itu merupakan kewajibannya sebagai manusia.

"Demi Allah saya berani disumpah dengan Quran, saya enggak pernah niat blusukan. Tapi saya temukan di jalanan. Kalau saya nanya sudah makan atau belum, itu kan kewajiban saya sebagai manusia," kata Risma di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1).

Risma ingin pemulung juga mendapatkan bansos seperti masyarakat lainnya meski mereka tidak memiliki rumah. Untuk itu, Risma memulai mendata pemulung yang dia temui dan menyerahkannya ke Dukcapil.

"Saya ingin pemulung-pemulung dapat bantuan karena selama ini mereka enggak dapat bantuan apa pun. Enggak punya rumah, enggak punya alamat, enggak dapat bantuan. Jadi tadi saya data mereka di Dukcapil," jelasnya.

"Jadi demi Allah saya enggak ada niatan apa pun karena mungkin saya entar mati, saya enggak tahu, tapi niat saya niat membantu," pungkasnya.

Sebelumnya, saat sertijab di Kantor Kemensos pada 23 Desember 2020, Risma meminta agar voorijder yang mengawalnya nanti untuk mengawalnya di belakang. Menurutnya, hal ini akan memudahkannya ketika sedang berkeliling.

"Saya ngomong nanti voorijder-nya di belakang. Kenapa? Soalnya saya kalau lihat sesuatu saya berhenti. Pernah di sini saya sampai muter 3 kali. Orang itu kenapa, ya, tidur deket sampah. Muter sampai 3 kali aku enggak kuat, enggak bisa, aku turun. Kenapa? Ternyata dia kelaparan," kata Risma.

Kebiasaan berputar-putar sebelum masuk kantor sudah dijalani Risma semenjak bertugas di Surabaya. Kebiasaan ini tidak ingin dia ubah, sehingga ia meminta agar voorijder mengawalnya dari belakang.

"Makanya nanti kalau voorijder-nya di depan saya berhenti ketinggalan voorijder-nya. Ini karena memang saya tidak mau berubah. Saya pengin tetap jadi Risma," tuturnya.



Hafiz Naja Tak berhenti menangis, mendengar kabar Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia



Gubuk Info - Muhammad Naja Hudia Afifurrohman alias Naja tak berhenti menangis setelah mendengar kabar Syekh Ali Jaber telah meninggal dunia.


Hal itu diketahui melalui unggahan video yang dibagikan melalui kanal YouTube Naja Hudia pada Kamis (14/1/2021).


Dalam unggahan tersebut diceritakan bahwa salah satu keluarga dari Syekh Ali Jaber memberi kabar pada keluarga Naja, tentang kondisi juri Hafiz Indonesia tersebut yang sedang dalam keadaan kritis pada Rabu malam.


Mengetahui hal itu, Naja pun lantas mendoakan gurunya tersebut.


"Syekh Ali Jaber meninggal dunia. Rabu malam tanggal 13 Januari, salah seorang keluarga Syekh Ali Jaber di Lombok memberi info tentang kondisi Syekh Ali Jaber yang sedang kritis. Naja berdoa untuk beliau," tulis keterangan tersebut.


Namun, kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber akhirnya sampai ke Naja, hingga membuat dirinya begitu sedih dan tak henti-hentinya menangis.


Dalam video itu tampak ibu Naja menasehati anaknya agar tak bersedih dan terus mendoakan Syekh Ali Jaber.


"Naja enggak boleh sedih, tadi malam Naja sudah mendoakan Syekh Ali, berarti itu semua sudah ketetapan dari Allah. Kita berdoa bersama-sama, supaya Syekh Ali diampuni dosanya oleh Allah," ucap ibunya sambil mengusap air mata Naja.


Terlihat pula kenangan foto Syekh Ali Jaber bersama Naja dan keluarganya yang begitu akrab di akhir video.


Diketahui Syekh Ali Jaber pernah menjadi juri Hafiz Indonesia 2019 saat Naja mengikuti ajang tersebut.


Naja sendiri adalah hafiz atau penghafal Al-Qur'an berusia 9 tahun yang hafal 30 juz. Naja semakin dikenal masyarakat karena kisah perjuangannya yang menyandang kelumpuhan otak sehingga harus duduk di kursi roda, namun tetap berusaha menghapalkan Al-Qur'an.


Bahkan saat itu Syekh Ali Jaber sampai mengagumi sosok Naja hingga mencium tangan dan kaki Naja yang sedang duduk di kursi roda.


Artikel : Instagram

Harap Sabar Tunggu Rencana Antrian Vaksinasi Untuk Masyarakat


Gubuk Info - Setelah kemarin Rabu 13 Januari 2021, Indonesia memulai vaksinasi Covid-19. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin virus corona baru. 


Setelah itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi perdana akan menyasar tenaga kesehatan. Tahap pertama ini menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.


Setelah tenaga kesehatam, vaksinasi membidik petugas pelayanan publik dan kelompok lanjut usia (lansia). Khusus tahap kedua, Budi menjelaskan, terbagi dua: 2A dan 2B. Tahap 2A menyasar 17,4 juta petugas pelayanan publik dan 2B mengincar 21,5 juta lansia.


Menteri Kesehatan menerangkan, penentuan lansia masuk dalam tahap 2B lantaran uji klinis vaksin virus corona Sinovac baru sampai usia 59 tahun.


"Kami harapkan vaksin Pfizer dan Astrazeneca datang di bulan April, vaksin yang memang sudah uji klinisnya melibatkan peserta di atas usia 59 tahun. Jadi, kami akan mulai petugas publik dan lansia sekitar Maret-April," ujar Budi, Selasa (12/1).


Jika pelaksanaan tahap pertama dan kedua selesai, maka harapannya di akhir April atau awal Mei nanti vaksinasi kepada masyarakat lainnya dengan rentang usia 18 tahun sampai 59 tahun bisa dimulai.


Lebih detail, tahapan pelaksanaan vaksinasi virus corona tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.